Senin, 13 Oktober 2008

gambar hardware wireless

ms Gloves

Wireless Circuits for the Gloves

gambar hardware wireline

gbr7.gif

gbr8.gif

artikel sejarah internet

Inilah salah satu berita baik bagi dunia IT di tanah air, yaitu bahwa Indonesia telah membuat sejarah dalam mengejar ketertinggalannya di bidang Information and Communication Technology (ICT) dewasa ini. Diharapkan hal ini merupakan salah satu pertanda baik bagi kemajuan Information and Communication Technology (ICT) di Indonesia.

Menurut catatan Depkominfo, seperti yang dilansir pada situs web-nya, di sepanjang tahun 2007 yang lalu, Indonesia telah mengalami pertumbuhan 48% persen terutama di sektor sellular yang mencapai 51% dan FWA yang mencapai 78% dari tahun sebelumnya. Selain itu, dilaporkan tingkat kepemilikan komputer pada masyarakat juga mengalami pertumbuhan sangat signifikan, mencapai 38.5 persen.

Lebih jauh Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Mohammad Nuh pada hari Kamis (31/1) siang dalam acara Indonesia ICT Outlook 2008 yang digelar di Hotel Nikko Jakarta, menyatakan, prosentase lain yang mengalami pertumbuhan pada Makro Indikator ICT Nasional adalah pada angka pengguna Internet yang telah mencapai jumlah 2 juta pemakai atau naik sebesar 23 persen dibanding tahun 2006. Tahun 2008 ini diharapkan bisa mencapai angka pengguna 2,5 juta.

“Memang secara resmi baru pertama kali ini pemerintah mengeluarkan Makro Indikator ICT Nasional. Tujuannya, selain untuk mengetahui dengan pasti sumbangan bidang ICT terhadap pertumbuhan ekonomi, juga bisa dijadikan pegangan bagi para steakholders didalam menentukan arah kebijakan bisnis mereka ke depan,” lanjut Mohammad Nuh.

Menkominfo berharap, apa yang dilakukan pemerintah melalui Depkominfo untuk pertama kali ini dapat pula dijadikan sebagai bahan dari para penyelenggara pemeringkat ICT Indonesia di dunia. “Dalam beberapa kali pemeringkatan yang dikeluarkan institusi dari luar negeri, Indonesia kerap kali ditempatkan di rangking terbawah, dan kita kemudian bertanya-tanya, dari mana mereka mendapatkan data-data itu. Nah sekarang kita sudah memiliki data, dan semoga dengan indikator-indikator ini peringkat Indonesia akan makin baik,” katanya.

Tentu saja, kata Nuh menambahkan, tujuan utamanya bukan semata untuk memperbaiki peringkat ICT Indonesia di mata dunia, tapi yang lebih penting, melalui indikator ICT ini, peluang apa yang bisa dimanfaatkan para stakeholders didalam mengembangkan usahanya ke depan, sehingga dampaknya nanti dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mensejahterakan masyarakat serta mengurangi angka pengangguran.

Lebih lanjut Muhammad Nuh menjelaskan, bukan berarti pencapaian pertumbuhan pelanggan seluler yang tahun ini telah mencapai 51 persen, sesuatu yang luar biasa, tahun depan tidak akan tumbuh lagi atau mengalami stagnasi. Sekali lagi tidak, karena itu saat kita memproyeksikan sektor ini tumbuh lebih baik pada tahun 2008 dengan bertambah baiknya jangkauan dan kualitas jaringan dari operator pendatang baru , oleh karena pemerintah harus menyiapkan bentuk-bentuk kebijakan apa yang harus diambil sehingga dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat pengguna jasa telekomunikasi.

”Karena itu kita perlu jeli didalam membaca data-data makro indikator ini agar bisa dimanfaatkan untuk menggerakan roda ekonomi, sekaligus bisa dijadikan peluang usaha. Pemerintah tentu tidak dalam kapasitas itu, pemerintah sebatas pada menyiapkan kebijakan, agar usaha dibidang ICT tumbuh dan memberikan kontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat serta mengurangi angka pengangguran,” katanya

artikel ISP

ISP ( Internet Service Provider) ialah perusahaan yang menyedia jasa menghubung antara komputer kita dengan internet . Zaman sekarang banyak sekali orang yang sangat membutuhkan internet untuk hal-hal tertentu . Tetapi jika kehidupan kita tak ada internet maka sangatlah sulit untuk kita untuk mendapatkan informasi yang cukup penting . Kini sudah ada jasa penyedia layanan internet yang cukup murah .Ada banyak ISP di Indonesia yang terhubung dalam Asosiasi Penyelenggaraan Jasa Internet Indonesia (APJII). Contoh perusahaan penyedia jasa layanan internet Di Indonesia ialah Bozz, MitraNet, D-Net, NusaNet, IndoNet, BitNet, VipNet, FastNet, Speedy, TelkomNet, dan masih banyak hal-hal yang lain. Ada layanan internet yang sangatlah murah yaitu dengan mengunakan Dial-Up yang mengunakan modem yang terhubung dengan kabel telepon. Nama dari Dial-Up ialah di ambil dari istilah ini muncul karena kita masuk ke jaringan ISP dengan menghubungkani (dial) nomor telepon. Jika kita mengunakan internet melalui telepon, kita harus membayar ke layanan telepon yang cukup murah. Dulu mengunakan dial-up sangatlah mahal, dalam sebulan kita bisa membayar hingga Rp. 200.000,00

Dan koneksinya cukup lama atau relatif lama ( kecepatan maksimum 56 Kbsp). Dibandingkan dengan koneksi broadband, seperti Digital Subscriber Line dan Cabel Modem (koneksi bisa mencapai diatas 500 Kbps). Sekarang mengunakan koneksi broadband cukup murah contohnya Fastnet paket untuk personal kita dapat mengunakan internet melalui madem eksternal yang tersambung seperti kabel Tv. Dalam sebulannya kita bisa membayar Rp. 99.000,00 dan tanpa batas waktu dengan kecepatan koneksi hingga 500 Mbps. Lalu mengunakan Telkom Speedy kita hanya membutuhkan modem eksternal dan dengan koneksi yang cukup cepat. Speedy memberi layanan untuk membuka internet yang dihitung unutk membayarnya tergantung berapa Kb yang kita download dari internet dan lama mengkoneksi internet dan kecepatan koneksinya bisa mencapai 500Mbps untuk paket personal sampai 1 atau 2 Gbps untuk paket warnet. Sekarang tergantung anda untuk memilih layanan internet yang anda suka.

artikel DNS

DNS Cache Poisoning merupakan sebuah cara untuk menembus pertahanan dengan cara menyampaikan informasi IP Address yang salah mengenai sebuah host, dengan tujuan untuk mengalihkan lalu lintas paket data dari tujuan yang sebenarnya. Cara ini banyak dipakai untuk menyerang situs-situs e-commerce dan banking yang saat ini bisa dilakukan dengan cara online dengan pengamanan Token. Teknik ini dapat membuat sebuah server palsu tampil identik dengan dengan server online banking yang asli. Oleh karena itu diperlukan digital cerficate untuk mengamankannya, agar server palsu tidak dapat menangkap data otentifikasi dari nasabah yang mengaksesnya. Jadi dapat disimpulkan cara kerja DNS (Domain Name System) poisoning ini adalah dengan mengacaukan DNS Server asli agar pengguna Internet terkelabui untuk mengakses web site palsu yang dibuat benar-benar menyerupai aslinya tersebut, agar data dapat masuk ke server palsu.

DNS Poisoning sendiri dahulu pertama kali ditunjukkan tahun 1997 oleh Eugene Kashpureff dengan cara mengalihkan request ke host InterNIC menuju ke situs pendaftaran domain name alternatif, AlterNIC. Request berhasil dialihkan dengan cara mengeksploitasi vulnerability pada DNS Service. Pada waktu Name Server menerima jawaban DNS Query, sumber jawaban ini membiarkan informasi yang tidak ditanyakan. Dengan begitu Kashpureff dapat memasukkan informasi DNS palsu pada jawaban yang sebenarnya tersebut. Name server yang menerima jawaban tersebut akan langsung menerima jawaban tersebut dan menyimpan informasi apapun yang didapatkannya dalam cache-nya. Hal ini mengakibatkan apabila user mencoba me-resolve suatu host dalam domain InterNIC, maka ia akan menerima informasi IP Address dari AlterNIC. Dengan kata lain ia sudah dialihkan ke alamat palsu.